Monday, January 9, 2012
curcol curcol setan
waktu : senin pagi pukul 10.30 a.m waktu netbook saya
lokasi : meja kursi depan netbook saya
sedang berpikir keras memutas otak untuk menghasilkan karya yang bisa dijadikan pohon uang :D
muter muter, mikir, ga nemu juga jawabnya. Kebiasaan saya kalo udah ngidupin netbook, sambung ke internet, udah deh, pasti bakalan jadi autis.
Sambil buka buka blog fashion saya yang sok sok an jadi fashion blogger, saya juga ngeblog ke blog tulisan saya. Punya beberapa akun social network dan blog itu, a little bit kurang gawean kata orang jawa bilang, ada yang juga bilang lari dari kenyataan hehehe, emang sih dulunya awal ngeblog karena saya sediiiiiiih ditinggal pacar a.k.a putus. Secara taon 2007 kan saya masih ababil tuh, so menuangkan kesedihan menjad sebuah tulisan or karya itu, ga masalah kok, menjadi pproduktif dibalik kesedihan itu seperti mengambil sisi positif dari kejadian negatif :D
bukankah kalo nulis di blog itu kita tak perlu berpikir harus menghasilkan karya yang layak jual atau tidak, tinggal buka blog, tulis apa yang ada di otak. Mau bahasa yang kacaupun juga ga masalah. Mau orang benci, paling pol juga dicaci maki di dunia maya, mau orang mengapresiasi ya paling jadi pada suka mengunjungi blog kita :D
mau jadi diary online juga ga masalah, sepanjang kalian sadar. Orang lebih suka melihat kita sedih daripada memandang kita berhasil. Kecuali kalian tipe orang seperti saya, ga mau peduli apa kata orang kecuali kata gebetan. hahahahaha.
little bit secret : kalo saya udah mulai slengekan dan sok sok sadis berarti saya hanya berniat menjadikan anda teman, tapi kalo saya jaim jaim sok cool slengekannya ga muncul, watch out, maybe you're the next target as a gebetan hihihihihi. ;P
Thursday, December 29, 2011
Mereka yang Tak Berdosa
Wajah polosnya, senyum lugunya, teriakan agresifnya, hiperaktif gerakannya, tangisan manjanya, rengekan saat mereka berebut mainan.
Tatapan pengharapan sedikit kasih sayang, kerinduan hangatnya sentuhan seorang ibu, keinginan untuk mendapat belaian mesra seorang ayah. Musnah sudah. Ketika dua orang manusia yang tak bertanggungjawab berusaha membuat mereka, dan begitu mereka terlahir, dengan mudahnya melepaskannya.
Dimana fase pertumbuhan mereka yang seharusnya terpenuhi, mereka dipaksakan untuk ‘dewasa’ bahwa realita memang terlalu kejam menantang untuk dijalani sendiri secara mandiri. Ironi.
Menjadi pribadi yang agresif dan keras karena jarang ada kelembutan yang menyentuh mereka. Manja? Mungkin kata itu yang tak pernah terlintas di otak mereka.
Mereka kehilangan kasih sayang yang layak, mereka kehilangan kehangatan yang seharusnya ada, mereka kehilangan hak pangan, mereka kehilangan masa pendidikan terbaik yang bisa mereka tempuh. Lalu tanggung jawab siapa? Pemerintah? Dinas sosial? Era globalisasi? Teknologi informasi yang terlalu cepat menyebar? Agama? Alim ulama? Para pengkhotbah? Atau apa?
Dengan mudahnya, meninggalkan mereka di rumah sakit, dengan mudahnya menitipkan mereka dan tak pernah menjenguknya sekalipun? Apakah kamu menyebut dirimu manusia? Dimana hati nuranimu? Kalian yang membuat mereka terlahir dan mana tanggung jawabmu? Pernahkah terpikir olehmu kalau kamu menjadi mereka?
Akankah kamu terus menerus melakukan hal yang tidak bisa kamu pertangunggjawabkan nantinya? Akankah kamu bisa bertanggungjawab jika memang lahir darimu seorang bayi dan kamu tidak yakin bisa merawatnya? Akankah kamu terus menerus menciptakan generasi tak berdosa seperti mereka? Ulahmu. Tanggung jawabmu.
Sunday, December 4, 2011
my own idealism in question mark

Monday, October 24, 2011
Transformation

What happened with me…? Nothing… just a transformation.. so what does it really mean…? The act or process of transforming; the state of being transformed; change in form, appearance, nature or character.
So what transformation that I’d like to share :D
It’s about being a muslimah from a muslimin,,hahayy..well just kidding :D
Alkisah,,ada seorang anak gadis…panggil aja si Rea,,dia tumbuh jadi jiwa yang mendamba kebebasan membenci aturan dan banyak hal yang ingin dia langgar,,semacam abege labil sok nyari jati diri gitu deh,,padahal kayaknya ga ada suatu proses krusial yang emang harus dialamin dia,,,bukan dari keluarga yang broken home or something kind of like that ;)
Seiring berjalannya waktu Rea mulai mengeksplor siapa dirinya,,mulai bertindak sok begundal padahal juga ga bisa jadi begundal,,yah abege jaman dulu lah..sok sok gaya gitu kan,,sok sok bullying ama adek kelas,,sok sok suka pergi malem,,dan paling parahnya,,sok sok belagak jika dia seorang anak laki-laki..tomboy abis lah,,rambut dipotong ala Hua Ce Lei nya meteor ganjen pula,,pokoknya ga banget lah,,,hebatnya kok bisa punya pacar juga ya…hahahah tu pacarnya dibooing apa coba? :D
Si Rea ini nih paling anti ama anak rohis pas jaman SMA,,tau tuh kenapa…karena merasa agama tu terlalu ngatur kali ya,,pokoknya dia antipati dengan perempuan berjilbab…jika berteman pun juga sekedar sapa,,dan si Rea ini menganggap aneh,,hanya aneh,,dengan mereka merak yang punya pengetahuan agama lebih daripada dirinya…*berasa ustadzah kali yak,,ga mau kesaing gitu jadinya hihihihi
Menginjak bangku kuliah, dia mulai menyadari satu hal,,,kalau dia sudah mulai berubah menjadi wanita dewasa bukan seorang perempuan remaja…mulailah Rea belajar menutup aurat,,belajar menjadi seorang wanita,,tapi tetep aja,,atribut macho bin sok ngerock masih di bawa di bangku kuliah…:D dari semua aksesoris berwarna hitam,,sepatu merah dengan motif tengkorak,,dress motif tengkorak,,boot warna hitam,,kadang kutek warna hitam pun jadi penghias kukunya…ooohhh what a lady rocker…hahaa…yah karena dia hanya ingin menjadi unik di tengah sistem yang dianggapnya monoton dan bukan dia banget….sedikit menyalurkan pemberontakan sepertinya :D atau sedikit rasa ingin menyalahkan Tuhan ketika dia tak bisa menjalani apa yang dia inginkan? Atau mungkin dia terlalu sombong untuk bersyukur atas apa yang sudah dia punya untuk dijalani…? Entahlah
Mungkin memang Rea yang agak berlebihan.. Ketika dia menghadapi banyak masalah seperti kebanyakan orang pada umumnya…dan ketika dia merasa tidak mampu menghadapinya serta sampai pada titik keputusasaan… dia ingin selalu melompat ketika berdiri di atap bangunan tertinggi…karena harapan akan kedamaian dan ketenangan tak pernah menghampiri hidupnya….karena dengan sombongnya dia tak mensyukuri apa yang sudah dia punya…karena dia manusia yang tak pernah puas dengan apa yang dia miliki
“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang menganiaya diri mereka sendiri” (QS.Yunus:44)
Dia menyendiri,,dia mencari,,,dia protes,,apa salahku padaMu Tuhan,,knapa kau jauhkan aku dari tenang dan damai yang aku dambakan,,kenapa Tuhan…? Kenapa…? Atau memang aku harus mati…? Hingga aku bisa tenang dan damai….
*okee bagian ini emo bgt hihihihihih
Sampai pada suatu hari,,dia membaca sebuah buku yang di dalamnya ada kutipan ayat “dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki – laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi para wanita juga ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu” (Q.S An Nisaa:32)
Jadi selama ini dia iri karena keinginannya jarang menjadi kenyataan, selama ini dia marah mengapa semua rencana yang dia buat tak pernah berhasil…Rea lupa,,Rea lalai,,Rea lengah…dia punya Tuhan yang berkehendak terhadap hidupnya…dia punya Tuhan yang mengatur segala sesuatu atas dirinya…di lupa…dia merasa menjadi manusia ateis padahal dia berusaha menutup auratnya…dia merasa mampu mengendalikan hidupnya padahal dia berusaha untuk mendalami agama…yaa karena dia terlalu sombong sebagai manusia,,,terlalu yakin dia akan mendapatkan apa yang dia inginkan….itu masalah dia selama ini J
Rea yang dulu sangat antipati terhadap hal hal berbau agama,,kini dia ingin lebih memperdalam lagi,,karena apa yang dia cari tentang ketenangan dan kedamaian telah dia temukan..dengan mendekati Tuhan,,dengan selalu mengingat Tuhan dengan selalu merayu Tuhan melalui ibadah ibadah yang sedang diusahakan untuk ditingkatkan…dia berubah..menjadi lebih menjaga dan menjadi lebih terjaga…karena dia telah menemukan damai dan tenangnya…mendekat kepada Allah SWT…itu jawaban sederhananya… J
Inspirasi : Buku “Ya Allah, Tolong Aku” karya A.K, penerbit : Quanta
Karya semifiksi ini 50% pengalaman pribadi :P
Sunday, June 26, 2011
ketika semua diikhlaskan :)

peristiwa yang terus berulang dan terus berulang,,kadang membuat kita bertanya...mengapa..?
Sunday, November 1, 2009
Nothing to Lose
Bermula dari saya ingin mengetahui kesibukan dia selama ini, munculah cerita yang membuat saya terinspirasi. Jujur,,inspirasi dan idola saya hari ini adalah dia, sahabat saya itu dengan kesabaran, keikhlasan dan rasa syukurnya dalam meraih apa yang ia citakan.
Singkat cerita sahabat saya itu baru saja menjadi LO salah satu band tanah air yang cukup terkemuka saat band tersebut mengadakan konser di kota Jogja, saya pun langsung berkomentar "wah hebat donk,,bisa jadi LO tu artis terkenal,,salut...!",,namun kemudian dia menjawab "kamu belum tau aja Na,sebelum ini perjuanganku kayak apa..".
Lalu cerita pun mengalir, sebelum semua ini dia dapatkan dia pernah gagal dua kali dalam meraih citanya ini. Pertama dia ditolak oleh sebuah tempat magang yang ia impikan saat itu, sampai membuatnya menangis, karena dia berharap terlalu banyak pada tempat magang itu. Kedua kalinya ada tawaran lain yang lumayan menarik, namun dia tidak berani berharap terlalu banyak pada event kali ini. Dengan niat baik, dia mengabarkan event itu kepada beberapa temannya, dan yang diterima justru teman temannya itu, sungguh hal yang menyesakkan baginya...
Hari berganti,,tiba tiba ada tawaran lagi untuknya, namun kali ini ada di kota seberang, dan dia harus bolak balik di tempat ia berdomisili ke kota seberang tersebut. Tidak sia sia, dia mendapatkan event itu, meskipun hanya menjadi LO lokal untuk artist dari kota seberang itu juga, sempat agak kecewa namun dia mengikhlaskannya dan tetap bersyukur,,nothing to lose lah,,pasti akan ada hal baik yang bisa diambil dari sini walaupun hanya menjadi LO lokal saja,,kata sahabat saya...
Baru kemudian setelah mendapatkan event dari kota seberang itu, dia mendapatkan event yang setara di kota tempat tinggalnya dan kali ini ga main main, dia menjadi LO orang Jepang...Barulah itu dia menjadi LO di salah satu acara musik yang disponsori oleh perusahaan rokok tanah air dan mendapatkan jabatan sebahai LO artis ibukota...
Mungkin ini memang hal simple,,namun rasa sabar, ikhlas dan syukur dari sahabat saya ini yang menginspirasi saya,,untuk tetap semangat menatap masa depan,, mengingatkan saya agar selalu sabar, ikhlas dan syukur,,dan yang pasti nothing to lose lah kalo melakukan sesuatu..yang penting niatnya baik...
Kadang berharap terlalu banyak akan membuat kita kecewa, maka setiap hal yang ada di depan kita yang harus kita hadapi,,hadapi saja selama itu baik untuk kita,,nothing to lose,,tidak perlu dipikir bagaimana nantinya karena pasti akan ada hal yang baik yang bisa diambil...
thx untuk sahabat saya G.A.N.D :)
-R-
Monday, October 26, 2009
Hujan sore ini mengingatkanku padamu
Memberiku kenangan sedikit tentangmu...
Menyadarkanku bahwa tak kan pernah tertebak isi hatimu...
Tak kan pernah ku bisa menerka apa yang ada di otakmu...
25januari2009
-R-
Imajinasi Realita
Dengan imajinasi terciptalah kreasi yamng mungkin bisa sulit untuk dijadikan realita...
Namun imajinasi memberikan atmosfer euforia tersendiri...
Realita kadang dipandang sebagai sebuah hal yang terlalu perih untuk dijalani...
Dan imajinasi sebagai penghibur di kala realita terasa perih...
Namun bisa menjadi bumerang ketika imajinasi terlalu mendominasi...
Tinggal memilih..terus hidup di dalam imajinasi tanpa melihat realita atau hidup dalam realita dengan sedikit imajinasi...
25januari2009
-R-
Wednesday, October 7, 2009
dan ketika roda pun berputar
karena hidupmu ini bagai roda,,yang akan terus bergerak...
kadang di bawah kadang di atas...
kadang dirimu bahagia kadang terpuruk dalam kesedihan...
ini biasa saja,,itu pasti..
cuma..kadang manusia tak pernah siap ketika mereka berada di bawah..
ketika mereka harus terpuruk ketika mereka harus merana karena kesedihan yang menimpa mereka..
namun,,apa kita harus menyikapi keterpurukan itu dengan hanya sebuah ratapan..?
tentu tidak...
selalu ada hikmah di setiap kejadian..tak ada sesuatu yang terjadi tanpa sebuah alasan..
yang pastinya,,punya makna berbeda dari setiap peristiwa..
jadi,,ketika dirimu berada di bawah,,berusahalah untuk bangkit..
Allah tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan kita..
namun kadang kemampuan kita melemah karena kita terlalu terhanyut dalam keterpurukan itu...