Saturday, December 13, 2008

haruskah demo jadi solusi

menanggapi masalah yang sedang dilanda para petani saat ini. kelangkaan pupuk. orang - orang yang merasa dirugikan dengan adanya kelangkaan pupuk ini berbondong-bondong melakukan demonstrasi menuntut ini itu yang entah jelas atau tidak.
akankah selalu seperti ini, ketika kebutuhan masyarakat tidak terpenuhi dan pemerintah menjadi pihak yang tertuntut untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
mungkin memang masalah yang ada tidak sesimple yang saya pikirkan, namun menurut saya setiap manusia dianugerahi otak untuk berpikir untuk melakukan sebuah aksi yang lebih dari sekedar aksi protes saja. setiap manusia punya daya untuk berkreasi dan membuat inovasi.
teringat pelajaran SD, pupuk dibagi menjadi dua pupuk buatan dan pupuk alami. jika kelangkaan pupuk yang dimaksud adalah pupuk buatan, mengapa para orang yang merasa dirugikan dengan adanya kelangkaan pupuk tadi tidak mencoba membuat pupuk alami untuk dimanfaatkan?
seperti kompos, atau pupuk kandang.

haruskah kita hanya bisa jadi orang yang punya aksi protes saja..?
negara ini sudah banyak masalah, jangan menambah masalah....
berkreasilah dan bikin inovasi....!

bantu negara ini cari solusi....!!!

Sunday, November 30, 2008

won't stop - one republic

[Verse 1]
Uh ohh
Now i stared at you
From across the room
Until both my eyes were faded
I was in a rush
I was out of luck
Now I'm so glad that I waited
Well you were almost there
Almost mine...yeah
They say love ain't fair
But I'm doing fine...

[Chorus]
Cause i swear it's you
I swear it's you
I swear it's you that I've waited for
I swear it's you
I swear it's you
I swear it's you that my heart beats for
And it isn't gonna stop
No it just won't stop
Uh oh oh
Yeah

[Verse 2]
Now you were fine by night
But when the morning light comes
Comfortable as rain on Sunday
And I'm a lucky soul
That holds your hand so tight
Hope you hear this one day
Don't fool yourself
This is my truth

[Chorus]
I swear it's you
I swear it's you
I swear it's you that i waited for
I swear it's you
I swear it's you
I swear it's you that my heart beats for
And it ain't gonna stop
It just won't stop

[Interlude]
You take this hand
You take this heart
Steal my bones
From 1000 miles apart
Feels so cold
Felt just like its ten shades of winter
And i need the sun
Ohh yeahh
Oh oh no no yeah yeah

[Chorus]
And i swear it's you
I swear you
I swear it's you that it waited for
I swear it's you
I swear its
I swear it's you that my heart beats for
I swear it's you
I swear it's you
I swear it's you that I've waited for
I swear it's you
I swear it's you
I swear it's you that my heart beats for
And it ain't gonna stop
It just won't stop
Heyy yeahh
It just won't stop
No no no no woahh yeah
I swear it's you
I swear it's you
Ohh yeah



-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

khayalan tingkat tinggi...huhuhuhuhuhuhu

Friday, November 28, 2008

Sibutramine Turunkan Berat Badan

Obesitas merupakan masalah kesehatan masyarakat tidak hanya di negara maju, tetapi juga di negara berkembang seperti Indonesia. Munculnya kekhawatiran mengenai tingginya angka penderita obesitas, berasal dari kenyataan bahwa penyakit ini mempunyai konsekuensi serius bagi kesehatan. Seperti sindroma metabolik, DM tipe 2, jantung dan berbagai penyakit lain.
Penurunan berat badan bermanfaat secara medis, sehingga dianjurkan kepada penderita obesitas, terutama pada pasien hipertensi, dislipidemia, atau diabetes mellitus. Tiga pendekatan yang harus dilakukan adalah pengaturan pola makan, olahraga dan farmakoterapi. Tujuan utama pendekatan farmakoterapi adalah untuk mendapatkan penurunan berat badan jangka panjang. Terdapat bukti bahwa penurunan berat badan moderat sebesar 5-10%, dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas.
Sibutramine hydrochloride adalah penghambat reuptake serotonin dan norepinephrin, yang bekerja meningkatkan rasa kenyang. Obat ini terbukti menurunkan asupan makanan dan meningkatkan thermogenesis. Secara invivo, sibutrmine bekerja melalui 2 metabolit aktif yaitu M1 dan M2. Efikasinya untuk menurunkan dan mempertahankan berat badan telah ditunjukkan pada beberapa penelitian klinis.
Salah satunya seperti pada sebuah meta analisa oleh Roberto Ventor dan kawan - kawan, menganalisa 8 penelitian acak, buta ganda plasebo terkontrol. Hasilnya, setelah pengobatan sibutramine, penurunan berat badan dan lingkar perut secara signifikan lebih besar dari kelompok plasebo. Glukosa darah puasa dan HbA1c secara signifikan menurun, setelah menggunakan sibutramine. Manfaat pengobatan terlihat pada kadar trigliserida plasma dan HDL, tanpa variasi signifikan pada kolesterol LDL dan total serum. Tidak ada perbedaan tekanan darah sistolik antara kelompok sibutramine dan kelompok plasebo, sementara rekaman tekanan darah sistolik dan detak jantung menunjukkan bahwa sibutramine sedikit meningkatkan tekanan darah yang relatif terhadap plasebo.

Dikutip dari : Ethical Digest No. 56 Thn VI Oktober 2008


semoga bermanfaat ^_^

Thursday, November 27, 2008

This afternoon call

My phone rang,
I felt i recognize the number.
One of my best friend,,
I picked it up...
We talked,,she asked about my life here..
I asked her bout her husband..she said that her husband was busy with his work..
We continued our conversation...

Suddenly she cried...
She told me that she missed me...
It's so unusual for me,she'd never cry...
For her, maybe It seemed tousand week we didn't meet...
I just smiled and said to her that we would meet soon...
When I come home...

I felt sorry..
I made her cry...
Sadly,,she's one of my best friend in this beautiful world...
She's my Mom


-feel sorry, want back home soon-

Wednesday, November 19, 2008

Surat kepada Takdir

wahai takdir
hari ini aku merasa lelah
semua hal terasa berlalu begitu cepat
hingga penat sampai aku habis bersemangat
wahai takdir
hari ini aku merasa malas
segala asa putus di tengah rasa
harap pun mulai tiada guna
wahai takdir
hari ini aku merasa jengah
pada hari yang mulai membuatku berkeluh kesah
wahai takdir
ingin segera kutemukan segala misteri
di balik tabir rahasia yang menunggu untuk terkuak


----dalam lelah----

Thursday, November 6, 2008

For my beautiful life

Pagi ini ngantuk banget..garagara tadi malem tidur ga nyenyak cos lampu idup mati..
Dengerin Beautiful Life'nya 30secondtomars..
Bikin aku sadar..
Tadinya aku mau mengumpat knapa aku td malem ga tidur nyenyak garagara mataku terlalu sensi ma on offnya cahaya lampu...
Namun aku tersadar..ternyata banyak hal yg harus aku syukurin...
Alhamdulillah...
Mata ini masih bisa melihat kabut yg muncul menyelimuti pagi..
Hidung ini masih bisa menghirup udara segar sisa hujan semalam..
Kulit ini masih bisa merasakan sejuk dinginnya hawa yang berhembus lewat jendela...
It's really really beautiful life,,right..?!

Ga kebayang buatku kalo mata,hidung dan kulit ini hilang kemampuannya..ato tibatiba tadi malam,detik ini ato siang nanti kontrak tubuh dan nyawaku telah habis...
Ga akan kuat diriku mempertanggungjawabkan smua masa yang aku jalani di bumi ini...

Alhamdulillah,,for my beautiful life...

Thursday, October 30, 2008

Doaku - senandung rindu

Aku bernyanyi di dalam hati
Senandung rindu kepadamu pujaanku
Bilakah nanti kau kan mengerti
Maksud hatiku untuk saling memiliki..
..............................................
Tohpati feat Suthe - Senandung Rindu

------------------------------
Ya Tuhan...
Jika memang dia harus mendatangi mimpiku malam ini..
Hanya sebagai penghias tidur semata...
Jangan hadirkan lagi dirinya esok ataupun lusa...

Namun jika memang dia jodoh yang Kau kehendaki untukku...
Bukakanlah jalan untuk kami agar bersama....

Wednesday, October 22, 2008

Ketidakwarasan Pemikiran Bangsa Ini (sebuah renungan untuk bangsa ini)

Terinspirasi dari Esay Nova Riyanti Yusuf yang berjudul Saat Berpaling dalam Keperihan dalam bukunya Libido Junkie : A Memoir for the Radicals...
Di dalam esainya dia menulis bahwa ada seorang ibu yg ingin memulangkan anaknya dari rumah sakit namun tidak bisa karena baru membayar 50% dari biaya perawatan anaknya...Disini NoRiYu juga menulis seandainya suatu saat negara ini dapat menyediakan asuransi gratis bagi orangorang yg tdk mampu akan meringankan derita mereka...
Bukan bermaksud mendebat tulisan Noriyu,,namun saya hanya mencoba memandang dari sudut pandang lain...

Kadang hal ini juga terpikir oleh saya,sebagai salah satu praktisi medis kelak...Saya berangan-angan seandainya biaya kesehatan di negara ini gratis untuk orang-orang yg tidak mampu, sungguh telah meringankan beban hidup mereka...Namun kadang fakta menggoyahkan pemikiran saya,,masih ingatkah kita pada gempa yg terjadi di Yogya dan Klaten 2006 lalu..?Beberapa rumah porak poranda hancur...dan kompensasinya pemerintah di kota saya memberikan bantuan berupa uang untuk memperbaiki rumah korban gempa tersebut,,namun ada salah satu kecamatan yang beberapa warga yg rumahnya tersebut tidak rusak namun meminta uang ganti rugi tersebut...seperti inikah mental orang Indonesia..?
Lalu apa hubungannya dengan pemikiran saya tadi..Jika biaya kesehatan dibuat gratis untuk orang yg tidak mampu di negara ini,,seberapa banyakkah orang yang akan mengaku tidak mampu padahal di rumahnya tv sebesar 21inch menyala..?Hal yg seharusnya tepat sasaran menjadi salah sasaran karena kepentingan ego individual...Sikap yg tidak jujur dan pemikiran mendapatkan keuntungan untuk diri sendiri yang dapat membuat bobrok sistem bangsa ini...
Ini adalah contoh dari ketidakwarasan pemikiran manusia bangsa ini...

Kadang saya berpikir untuk jujur dan melawan pemikiran tidak waras ini yang telah membuat bobrok sistem di negara ini...namun terpikir juga : kenapa saya harus jujur kalo bakalan hancur dan ga dapat untung..? atau paling juga bakal sama saja kalo saya jujur sedangkan yang lain ga jujur..?Sungguh pemikiran yang pesimistik...

Lalu kapankah kita dapat melawan dengan optimis sistem yang bobrok karena pemikiran tidak waras ini..?
Jika setiap manusia Indonesia jujur,tidak egois mementingkan keuntungan sendiri,dan optimis dalam membuat perubahan ke arah perbaikan untuk negeri ini serta menghilangkan sikap pesimis yang saya tulis di atas...Saya yakin suatu saat sistem yang bobrok akibat pemikiran yang tidak waras tadi akan hilang dan hancur dengan sendirinya...

Let's make a change and be optimistic...


Wednesday, October 1, 2008

mengingat 30 september 1965

Gerakan 30 September atau yang sering disingkat G 30 S PKI, G-30S/PKI, Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh), Gestok (Gerakan Satu Oktober) adalah sebuah kejadian yang terjadi pada tanggal 30 September 1965 di mana enam pejabat tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha pemberontakan yang disebut sebagai usaha kudeta yang dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia.

Latar belakang

PKI merupakan partai Stalinis yang terbesar di seluruh dunia, di luar Tiongkok dan Uni Sovyet. Anggotanya berjumlah sekitar 3,5 juta, ditambah 3 juta dari pergerakan pemudanya. PKI juga mengontrol pergerakan serikat buruh yang mempunyai 3,5 juta anggota dan pergerakan petani Barisan Tani Indonesia yang mempunyai 9 juta anggota. Termasuk pergerakan wanita (Gerwani), organisasi penulis dan artis dan pergerakan sarjananya, PKI mempunyai lebih dari 20 juta anggota dan pendukung.

Pada bulan Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden - sekali lagi dengan dukungan penuh dari PKI. Ia memperkuat tangan angkatan bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi yang penting. Sukarno menjalankan sistem "Demokrasi Terpimpin". PKI menyambut "Demokrasi Terpimpin" Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa dia mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara Nasionalis, Agama dan Komunis yang dinamakan NASAKOM.

Pada era "Demokrasi Terpimpin", kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan kaum burjuis nasional dalam menekan pergerakan-pergerakan independen kaum buruh dan petani, gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak. Pendapatan ekspor menurun, foreign reserves menurun, inflasi terus menaik dan korupsi birokrat dan militer menjadi wabah.

Angkatan kelima

Pada kunjungan Menlu Subandrio ke Tiongkok, Perdana Menteri Zhou Enlai menjanjikan untuk mempersenjatai 40 batalion tentara secara lengkap, penawaran ini gratis tanpa syarat dan kemudian dilaporkan ke Bung Karno tetapi belum juga menetapkan waktunya sampai meletusnya G30S.

Pada awal tahun 1965 Bung Karno mempunyai ide tentang Angkatan Kelima yang berdiri sendiri terlepas dari ABRI. Pandangan lain mengatakan bahwa PKI-lah yang mengusulkan pembentukan Angkatan Kelima tersebut dan mempersenjatai mereka. Tetapi petinggi Angkatan Darat tidak setuju dan hal ini lebih menimbulkan nuansa curiga-mencurigai antara militer dan PKI.

Dari tahun 1963, kepemimpinan PKI makin lama makin berusaha menghindari bentrokan-bentrokan antara aktivis massanya dan polisi dan militer. Pemimpin-pemimpin PKI mementingkan "kepentingan bersama" polisi dan "rakyat". Pemimpin PKI DN Aidit mengilhami slogan "Untuk Ketentraman Umum Bantu Polisi". Di bulan Agustus 1964, Aidit menganjurkan semua anggota PKI membersihkan diri dari "sikap-sikap sektarian" kepada angkatan bersenjata, mengimbau semua pengarang dan seniman sayap-kiri untuk membuat "massa tentara" subyek karya-karya mereka.

Di akhir 1964 dan permulaan 1965 ratusan ribu petani bergerak merampas tanah dari para tuan tanah besar. Bentrokan-bentrokan besar terjadi antara mereka dan polisi dan para pemilik tanah. Untuk mencegah berkembangnya konfrontasi revolusioner itu, PKI mengimbau semua pendukungnya untuk mencegah pertentangan menggunakan kekerasan terhadap para pemilik tanah dan untuk meningkatkan kerjasama dengan unsur-unsur lain, termasuk angkatan bersenjata.

Bentrokan-bentrokan tersebut dipicu oleh propaganda PKI yang menyatakan bahwa petani berhak atas setiap tanah, tidak peduli tanah siapa pun (milik negara=milik bersama). Kemungkinan besar PKI meniru revolusi Bolsevik di Rusia, di mana di sana rakyat dan partai komunis menyita milik Tsar dan membagi-bagikannya kepada rakyat.

Pada permulaan 1965, para buruh mulai menyita perusahaan-perusahaan karet dan minyak milik AS. Kepemimpinan PKI menjawab ini dengan memasuki pemerintahan dengan resmi. Pada waktu yang sama, jendral-jendral militer tingkat tinggi juga menjadi anggota kabinet. Jendral-jendral tersebut masuk kabinet karena jabatannya di militer oleh Sukarno disamakan dengan setingkat mentri. Hal ini dapat dibuktikan dengan nama jabatannya (Menpangab, Menpangad, dan lain-lain).

Menteri-menteri PKI tidak hanya duduk di sebelah para petinggi militer di dalam kabinet Sukarno ini, tetapi mereka terus mendorong ilusi yang sangat berbahaya bahwa angkatan bersenjata adalah merupakan bagian dari revolusi demokratis "rakyat".

Aidit memberikan ceramah kepada siswa-siswa sekolah angkatan bersenjata di mana ia berbicara tentang "perasaan kebersamaan dan persatuan yang bertambah kuat setiap hari antara tentara Republik Indonesia dan unsur-unsur masyarakat Indonesia, termasuk para komunis".

Rejim Sukarno mengambil langkah terhadap para pekerja dengan melarang aksi-aksi mogok di industri. Kepemimpinan PKI tidak berkeberatan karena industri menurut mereka adalah milik pemerintahan NASAKOM.

Tidak lama PKI mengetahui dengan jelas persiapan-persiapan untuk pembentukan rejim militer, menyatakan keperluan untuk pendirian "angkatan kelima" di dalam angkatan bersenjata, yang terdiri dari pekerja dan petani yang bersenjata. Bukannya memperjuangkan mobilisasi massa yang berdiri sendiri untuk melawan ancaman militer yang sedang berkembang itu, kepemimpinan PKI malah berusaha untuk membatasi pergerakan massa yang makin mendalam ini dalam batas-batas hukum kapitalis negara. Mereka, depan jendral-jendral militer, berusaha menenangkan bahwa usul PKI akan memperkuat negara. Aidit menyatakan dalam laporan ke Komite Sentral PKI bahwa "NASAKOMisasi" angkatan bersenjata dapat dicapai dan mereka akan bekerjasama untuk menciptakan "angkatan kelima". Kepemimpinan PKI tetap berusaha menekan aspirasi revolusioner kaum buruh di Indonesia. Di bulan Mei 1965, Politbiro PKI masih mendorong ilusi bahwa aparatus militer dan negara sedang diubah untuk memecilkan aspek anti-rakyat dalam alat-alat negara.

Isu sakitnya Bung Karno

Sejak tahun 1964 sampai menjelang meletusnya G30S telah beredar isu sakit parahnya Bung Karno. Hal ini meningkatkan kasak-kusuk dan isu perebutan kekuasaan apabila Bung Karno meninggal dunia. Namun menurut Subandrio, Aidit tahu persis bahwa Bung Karno hanya sakit ringan saja, jadi hal ini bukan merupakan alasan PKI melakukan tindakan tersebut.

Tahunya Aidit akan jenis sakitnya Sukarno membuktikan bahwa hal tersebut sengaja diembuskan PKI untuk memicu ketidakpastian di masyarakat.

Isu masalah tanah dan bagi hasil

Pada tahun 1960 keluarlah Undang-Undang Pokok Agraria (UU Pokok Agraria) dan Undang-Undang Pokok Bagi Hasil (UU Bagi Hasil) yang sebenarnya merupakan kelanjutan dari Panitia Agraria yang dibentuk pada tahun 1948. Panitia Agraria yang menghasilkan UUPA terdiri dari wakil pemerintah dan wakil berbagai ormas tani yang mencerminkan 10 kekuatan partai politik pada masa itu. Walaupun undang-undangnya sudah ada namun pelaksanaan di daerah tidak jalan sehingga menimbulkan gesekan antara para petani penggarap dengan pihak pemilik tanah yang takut terkena UUPA, melibatkan sebagian massa pengikutnya dengan melibatkan backing aparat keamanan. Peristiwa yang menonjol dalam rangka ini antara lain peristiwa Bandar Betsi di Sumatera Utara dan peristiwa di Klaten yang disebut sebagai ‘aksi sepihak’ dan kemudian digunakan sebagai dalih oleh militer untuk membersihkannya.

Sementara itu di Jawa Timur juga terjadi keributan antara PKI dan NU. Kiai-kiai NU yang kebanyakan tuan tanah menolak gerakan PKI untuk membagi-bagikan tanah kepada petani yang tidak memiliki tanah.

Keributan antara PKI dan islam (tidak hanya NU, tapi juga dengan Persis dan Muhammadiya) itu pada dasarnya terjadi di hampir semua tempat di Indonesia, di Jawa Barat, Jawa Timur, dan di propinsi-propinsi lain juga terjadi hal demikian, PKI di beberapa tempat bahkan sudah mengancam kyai-kyai bahwa mereka akan disembelih setelah tanggal 30 September 1965 (hal ini membuktikan bahwa seluruh elemen PKI mengetahui rencana kudeta 30 September tersebut).


Faktor Malaysia

Negara Federasi Malaysia yang baru terbentuk pada tanggal 16 September 1963 adalah salah satu faktor penting dalam insiden ini[1]. Konfrontasi Indonesia-Malaysia merupakan salah satu penyebab kedekatan Presiden Soekarno dengan PKI, menjelaskan motivasi para tentara yang menggabungkan diri dalam gerakan G30S/Gestok (Gerakan Satu Oktober), dan juga pada akhirnya menyebabkan PKI melakukan penculikan petinggi Angkatan Darat.

Sejak demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur, di mana para demonstran menyerbu gedung KBRI, merobek-robek foto Soekarno, membawa lambang negara Garuda Pancasila ke hadapan Tunku Abdul RahmanPerdana Menteri Malaysia saat itu—dan memaksanya untuk menginjak Garuda, amarah Soekarno terhadap Malaysia pun meledak.

Soekarno yang murka karena hal itu mengutuk tindakan Tunku yang menginjak-injak lambang negara Indonesia[2] dan ingin melakukan balas dendam dengan melancarkan gerakan yang terkenal dengan sebutan "Ganyang Malaysia" kepada negara Federasi Malaysia yang telah sangat menghina Indonesia dan presiden Indonesia. Perintah Soekarno kepada Angkatan Darat untuk meng"ganyang Malaysia" ditanggapi dengan dingin oleh para jenderal pada saat itu. Di satu pihak Letjen Ahmad Yani tidak ingin melawan Malaysia yang dibantu oleh Inggris dengan anggapan bahwa tentara Indonesia pada saat itu tidak memadai untuk peperangan dengan skala tersebut, sedangkan di pihak lain Kepala Staf TNI Angkatan Darat A.H. Nasution setuju dengan usulan Soekarno karena ia mengkhawatirkan isu Malaysia ini akan ditunggangi oleh PKI untuk memperkuat posisinya di percaturan politik di Indonesia.

Posisi Angkatan Darat pada saat itu serba salah karena di satu pihak mereka tidak yakin mereka dapat mengalahkan Inggris, dan di lain pihak mereka akan menghadapi Soekarno yang mengamuk jika mereka tidak berperang. Akhirnya para pemimpin Angkatan Darat memilih untuk berperang setengah hati di Kalimantan. Tak heran, Brigadir Jenderal Suparjo, komandan pasukan di Kalimantan Barat, mengeluh, konfrontasi tak dilakukan sepenuh hati dan ia merasa operasinya disabotase dari belakang[3]. Hal ini juga dapat dilihat dari kegagalan operasi gerilya di Malaysia, padahal tentara Indonesia sebenarnya sangat mahir dalam peperangan gerilya.

Mengetahui bahwa tentara Indonesia tidak mendukungnya, Soekarno merasa kecewa dan berbalik mencari dukungan PKI untuk melampiaskan amarahnya kepada Malaysia. Soekarno, seperti yang ditulis di otobiografinya, mengakui bahwa ia adalah seorang yang memiliki harga diri yang sangat tinggi, dan tidak ada yang dapat dilakukan untuk merubah keinginannya meng"ganyang Malaysia".

Soekarno adalah seorang individualis. Manusia jang tjongkak dengan suara-batin yang menjala-njala, manusia jang mengakui bahwa ia mentjintai dirinja sendiri tidak mungkin mendjadi satelit jang melekat pada bangsa lain. Soekarno tidak mungkin menghambakan diri pada dominasi kekuasaan manapun djuga. Dia tidak mungkin menjadi boneka.

Di pihak PKI, mereka menjadi pendukung terbesar gerakan "ganyang Malaysia" yang mereka anggap sebagai antek Inggris, antek nekolim. PKI juga memanfaatkan kesempatan itu untuk keuntungan mereka sendiri, jadi motif PKI untuk mendukung kebijakan Soekarno tidak sepenuhnya idealis.

Pada saat PKI memperoleh angin segar, justru para penentangnyalah yang menghadapi keadaan yang buruk; mereka melihat posisi PKI yang semakin menguat sebagai suatu ancaman, ditambah hubungan internasional PKI dengan Partai Komunis sedunia, khususnya dengan adanya poros Jakarta-Beijing-Moskow-Pyongyang-Phnom Penh. Soekarno juga mengetahui hal ini, namun ia memutuskan untuk mendiamkannya karena ia masih ingin meminjam kekuatan PKI untuk konfrontasi yang sedang berlangsung, karena posisi Indonesia yang melemah di lingkungan internasional sejak keluarnya Indonesia dari PBB (20 Januari 1965).

Dari sebuah dokumen rahasia badan intelejen Amerika Serikat (CIA) yang baru dibuka yang bertanggalkan 13 Januari 1965 menyebutkan sebuah percakapan santai Soekarno dengan para pemimpin sayap kanan bahwa ia masih membutuhkan dukungan PKI untuk menghadapi Malaysia dan oleh karena itu ia tidak bisa menindak tegas mereka. Namun ia juga menegaskan bahwa suatu waktu "giliran PKI akan tiba. "Soekarno berkata, "Kamu bisa menjadi teman atau musuh saya. Itu terserah kamu. ... Untukku, Malaysia itu musuh nomor satu. Suatu saat saya akan membereskan PKI, tetapi tidak sekarang."[2]

Dari pihak Angkatan Darat, perpecahan internal yang terjadi mulai mencuat ketika banyak tentara yang kebanyakan dari Divisi Diponegoro yang kesal serta kecewa kepada sikap petinggi Angkatan Darat yang takut kepada Malaysia, berperang hanya dengan setengah hati, dan berkhianat terhadap misi yang diberikan Soekarno. Mereka memutuskan untuk berhubungan dengan orang-orang dari PKI untuk membersihkan tubuh Angkatan Darat dari para jenderal ini.

Faktor Amerika Serikat

Amerika Serikat pada waktu itu sedang terlibat dalam perang Vietnam dan berusaha sekuat tenaga agar Indonesia tidak jatuh ke tangan komunisme. Peranan badan intelejen Amerika Serikat (CIA) pada peristiwa ini sebatas memberikan 50 juta rupiah (uang saat itu) kepada Adam Malik dan walkie-talkie serta obat-obatan kepada tentara Indonesia. Politisi Amerika pada bulan-bulan yang menentukan ini dihadapkan pada masalah yang membingungkan karena mereka merasa ditarik oleh Sukarno ke dalam konfrontasi Indonesia-Malaysia ini.

Salah satu pandangan mengatakan bahwa peranan Amerika Serikat dalam hal ini tidak besar, hal ini dapat dilihat dari telegram Duta Besar Green ke Washington pada tanggal 8 Agustus 1965 yang mengeluhkan bahwa usahanya untuk melawan propaganda anti-Amerika di Indonesia tidak memberikan hasil bahkan tidak berguna sama sekali. Dalam telegram kepada Presiden Johnson tanggal 6 Oktober, agen CIA menyatakan ketidakpercayaan kepada tindakan PKI yang dirasa tidak masuk akal karena situasi politis Indonesia yang sangat menguntungkan mereka, dan hingga akhir Oktober masih terjadi kebingungan atas pembantaian di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali dilakukan oleh PKI atau NU/PNI.

Pandangan lain, terutama dari kalangan korban dari insiden ini, menyebutkan bahwa Amerika menjadi aktor di balik layar dan setelah dekrit Supersemar Amerika memberikan daftar nama-nama anggota PKI kepada militer untuk dibunuh. Namun hingga saat ini kedua pandangan tersebut tidak memiliki banyak bukti-bukti fisik.

Faktor ekonomi

Ekonomi masyarakat Indonesia pada waktu itu yang sangat rendah mengakibatkan dukungan rakyat kepada Soekarno (dan PKI) meluntur. Mereka tidak sepenuhnya menyetujui kebijakan "ganyang Malaysia" yang dianggap akan semakin memperparah keadaan Indonesia.

Inflasi yang mencapai 650% membuat harga makanan melambung tinggi, rakyat kelaparan dan terpaksa harus antri beras, minyak, gula, dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Beberapa faktor yang berperan kenaikan harga ini adalah keputusan Suharto-Nasution untuk menaikkan gaji para tentara 500% dan penganiayaan terhadap kaum pedagang Tionghoa yang menyebabkan mereka kabur. Sebagai akibat dari inflasi tersebut, banyak rakyat Indonesia yang sehari-hari hanya makan bonggol pisang, umbi-umbian, gaplek, serta bahan makanan yang tidak layak dikonsumsi lainnya; pun mereka menggunakan kain dari karung sebagai pakaian mereka.

Faktor ekonomi ini menjadi salah satu sebab kemarahan rakyat atas pembunuhan keenam jenderal tersebut, yang berakibat adanya backlash terhadap PKI dan pembantaian orang-orang PKI di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali serta tempat-tempat lainnya.

Peristiwa

Pada 30 September 1965, enam jenderal senior dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta yang disalahkan kepada para pengawal istana (Cakrabirawa) yang loyal kepada PKI dan pada saat itu dipimpin oleh Letkol. Untung. Panglima Komando Strategi Angkatan Darat saat itu, Mayjen Soeharto kemudian mengadakan penumpasan terhadap gerakan tersebut.

Isu Dewan Jenderal

Pada saat-saat yang genting sekitar bulan September 1965 muncul isu adanya Dewan Jenderal yang mengungkapkan adanya beberapa petinggi Angkatan Darat yang tidak puas terhadap Soekarno dan berniat untuk menggulingkannya. Menanggapi isu ini, Soekarno disebut-sebut memerintahkan pasukan Cakrabirawa untuk menangkap dan membawa mereka untuk diadili oleh Soekarno. Namun yang tidak diduga-duga, dalam operasi penangkapan jenderal-jenderal tersebut, terjadi tindakan beberapa oknum yang termakan emosi dan membunuh Letjen Ahmad Yani, Panjaitan, dan Harjono.Isu Dokumen Gilchrist

Dokumen Gilchrist yang diambil dari nama duta besar Inggris untuk Indonesia Andrew Gilchrist beredar hampir bersamaan waktunya dengan isu Dewan Jenderal. Dokumen ini, yang oleh beberapa pihak disebut sebagai pemalsuan oleh intelejen Ceko di bawah pengawasan Jenderal Agayant dari KGB Rusia, menyebutkan adanya "Teman Tentara Lokal Kita" yang mengesankan bahwa perwira-perwira Angkatan Darat telah dibeli oleh pihak Barat[4]. Kedutaan Amerika Serikat juga dituduh memberikan daftar nama-nama anggota PKI kepada tentara untuk "ditindaklanjuti". Dinas intelejen Amerika Serikat mendapat data-data tersebut dari berbagai sumber, salah satunya seperti yang ditulis John Hughes, wartawan The Nation yang menulis buku "Indonesian Upheaval", yang dijadikan basis skenario film "The Year of Living Dangerously", ia sering menukar data-data yang ia kumpulkan untuk mendapatkan fasilitas teleks untuk mengirimkan berita.

Isu Keterlibatan Soeharto

Hingga saat ini tidak ada bukti keterlibatan/peran aktif Soeharto dalam aksi penculikan tersebut. Satu-satunya bukti yang bisa dielaborasi adalah pertemuan Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Pangkostrad (pada jaman itu jabatan Panglima Komando Strategis Cadangan Angkatan Darat tidak membawahi pasukan, berbeda dengan sekarang) dengan Kolonel Abdul Latief di Rumah Sakit Angkatan Darat

Korban

Keenam pejabat tinggi yang dibunuh tersebut adalah:

Jenderal TNI Abdul Harris Nasution yang menjadi target utama, selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan beliau, Lettu CZI Pierre Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.

Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban:

Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede, Jakarta yang dikenal sebagai Lubang Buaya. Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober.

Pasca kejadian

Pada tanggal 1 Oktober 1965 Sukarno dan sekretaris jendral PKI Aidit menanggapi pembentukan Dewan Revolusioner oleh para "pemberontak" dengan berpindah ke Pangkalan Angkatan Udara Halim di Jakarta untuk mencari perlindungan.

Pada tanggal 6 Oktober Sukarno mengimbau rakyat untuk menciptakan "persatuan nasional", yaitu persatuan antara angkatan bersenjata dan para korbannya, dan penghentian kekerasan. Biro Politik dari Komite Sentral PKI segera menganjurkan semua anggota dan organisasi-organisasi massa untuk mendukung "pemimpin revolusi Indonesia" dan tidak melawan angkatan bersenjata. Pernyataan ini dicetak ulang di koran CPA bernama "Tribune".

Pada tanggal 12 Oktober 1965, pemimpin-pemimpin Uni-Sovyet Brezhnev, Mikoyan dan Kosygin mengirim pesan khusus untuk Sukarno: "Kita dan rekan-rekan kita bergembira untuk mendengar bahwa kesehatan anda telah membaik...Kita mendengar dengan penuh minat tentang pidato anda di radio kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang dan menghindari kekacauan...Imbauan ini akan dimengerti secara mendalam."

Pada tanggal 16 Oktober 1965, Sukarno melantik Mayjen Suharto menjadi Menteri/Panglima Angkatan Darat di Istana Negara. Berikut kutipan amanat presiden Sukarno kepada Suharto pada saat Suharto disumpah[5]:

Saya perintahkan kepada Jenderal Mayor Soeharto, sekarang Angkatan Darat pimpinannya saya berikan kepadamu, buatlah Angkatan Darat ini satu Angkatan dari pada Republik Indonesia, Angkatan Bersenjata daripada Republik Indonesia yang sama sekali menjalankan Panca Azimat Revolusi, yang sama sekali berdiri diatas Trisakti, yang sama sekali berdiri diatas Nasakom, yang sama sekali berdiri diatas prinsip Berdikari, yang sama sekali berdiri atas prinsip Manipol-USDEK.

Manipol-USDEK telah ditentukan oleh lembaga kita yang tertinggi sebagai haluan negara Republik Indonesa. Dan oleh karena Manipol-USDEK ini adalah haluan daripada negara Republik Indonesia, maka dia harus dijunjung tinggi, dijalankan, dipupuk oleh semua kita. Oleh Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Angkatan Kepolisian Negara. Hanya jikalau kita berdiri benar-benar di atas Panca Azimat ini, kita semuanya, maka barulah revousi kita bisa jaya.

Soeharto, sebagai panglima Angkatan Darat, dan sebagai Menteri dalam kabinetku, saya perintahkan engkau, kerjakan apa yang kuperintahkan kepadamu dengan sebaik-baiknya. Saya doakan Tuhan selalu beserta kita dan beserta engkau!

Dalam sebuah Konferensi Tiga Benua di Havana di bulan Februari 1966, perwakilan Uni-Sovyet berusaha dengan segala kemampuan mereka untuk menghindari pengutukan atas penangkapan dan pembunuhan orang-orang yang dituduh sebagai PKI, yang sedang terjadi terhadap rakyat Indonesia. Pendirian mereka mendapatkan pujian dari rejim Suharto. Parlemen Indonesia mengesahkan resolusi pada tanggal 11 Februari, menyatakan "penghargaan penuh" atas usaha-usaha perwakilan-perwakilan dari Nepal, Mongolia, Uni-Sovyet dan negara-negara lain di Konperensi Solidaritas Negara-Negara Afrika, Asia dan Amerika Latin, yang berhasil menetralisir usaha-usaha para kontra-revolusioner apa yang dinamakan pergerakan 30 September, dan para pemimpin dan pelindung mereka, untuk bercampur-tangan di dalam urusan dalam negeri Indonesia."

Asumsi Penangkapan dan pembunuhan

Dalam bulan-bulan setelah peristiwa ini, semua anggota dan pendukung PKI, atau mereka yang dianggap sebagai anggota dan simpatisan PKI, semua partai kelas buruh yang diketahui dan ratusan ribu pekerja dan petani Indonesia yang lain dibunuh atau dimasukkan ke kamp-kamp tahanan untuk disiksa dan diinterogasi. Pembunuhan-pembunuhan ini terjadi di Jawa Tengah (bulan Oktober), Jawa Timur (bulan November) dan Bali (bulan Desember). Berapa jumlah orang yang dibantai tidak diketahui dengan persis - perkiraan yang konservatif menyebutkan 500.000 orang, sementara perkiraan lain menyebut dua sampai tiga juga orang. Namun diduga setidak-tidaknya satu juta orang menjadi korban dalam bencana enam bulan yang mengikuti kudeta itu.

Dihasut dan dibantu oleh tentara, kelompok-kelompok pemuda dari organisasi-organisasi muslim sayap-kanan seperti barisan Ansor NU dan Tameng Marhaenis PNI melakukan pembunuhan-pembunuhan massal, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ada laporan-laporan bahwa Sungai Brantas di dekat Surabaya menjadi penuh mayat-mayat sampai di tempat-tempat tertentu sungai itu "terbendung mayat".

Pada akhir 1965, antara 500.000 dan satu juta anggota-anggota dan pendukung-pendukung PKI telah menjadi korban pembunuhan dan ratusan ribu lainnya dipenjarakan di kamp-kamp konsentrasi, tanpa adanya perlawanan sama sekali. Sewaktu regu-regu militer yang didukung dana CIA [1] menangkapi semua anggota dan pendukung PKI yang terketahui dan melakukan pembantaian keji terhadap mereka, majalah "Time" memberitakan:

"Pembunuhan-pembunuhan itu dilakukan dalam skala yang sedemikian sehingga pembuangan mayat menyebabkan persoalan sanitasi yang serius di Sumatra Utara, di mana udara yang lembab membawa bau mayat membusuk. Orang-orang dari daerah-daerah ini bercerita kepada kita tentang sungai-sungai kecil yang benar-benar terbendung oleh mayat-mayat. Transportasi sungai menjadi terhambat secara serius."

Di pulau Bali, yang sebelum itu dianggap sebagai kubu PKI, paling sedikit 35.000 orang menjadi korban di permulaan 1966. Di sana para Tamin, pasukan komando elite Partai Nasional Indonesia, adalah pelaku pembunuhan-pembunuhan ini. Koresponden khusus dari Frankfurter Allgemeine Zeitung bercerita tentang mayat-mayat di pinggir jalan atau dibuang ke dalam galian-galian dan tentang desa-desa yang separuh dibakar di mana para petani tidak berani meninggalkan kerangka-kerangka rumah mereka yang sudah hangus.

Di daerah-daerah lain, para terdakwa dipaksa untuk membunuh teman-teman mereka untuk membuktikan kesetiaan mereka. Di kota-kota besar pemburuan-pemburuan rasialis "anti-Tionghoa" terjadi. Pekerja-pekerja dan pegawai-pegawai pemerintah yang mengadakan aksi mogok sebagai protes atas kejadian-kejadian kontra-revolusioner ini dipecat.

Paling sedikit 250,000 orang pekerja dan petani dipenjarakan di kamp-kamp konsentrasi. Diperkirakan sekitar 110,000 orang masih dipenjarakan sebagai tahanan politik pada akhir 1969. Eksekusi-eksekusi masih dilakukan sampai sekarang, termasuk belasan orang sejak tahun 1980-an. Empat tapol, Johannes Surono Hadiwiyino, Safar Suryanto, Simon Petrus Sulaeman dan Nobertus Rohayan, dihukum mati hampir 25 tahun sejak kudeta itu.

Semua hal tersebut hanyalah asumsi-asumsi yang dihembuskan pihak asing dan konco-koco PKI setelah kejatuhan Suharto, hal tersebut bisa dikatakan asumsi karena sampai saat ini tidak ada bukti nyata pembantaian-pembantaian tersebut. Bahkan sampai saat ini, bekas anggota PKI masih banyak yang masih hidup dan tidak dipenjara atau dibunuh.

Asumsi-asumsi demikian sangat menghancurkan citra bangsa Indonesia di mata dunia Internasional, perlu diluruskan bahwa semua asumsi-asumsi pembunuhan dan pembantaian memiliki sumber yang tidak jelas dan tidak dapat dipercaya.

Supersemar

Lima bulan setelah itu, pada tanggal 11 Maret 1966, Sukarno memberi Suharto kekuasaan tak terbatas melalui Surat Perintah Sebelas Maret. Ia memerintah Suharto untuk mengambil "langkah-langkah yang sesuai" untuk mengembalikan ketenangan dan untuk melindungi keamanan pribadi dan wibawanya. Kekuatan tak terbatas ini pertama kali digunakan oleh Suharto untuk melarang PKI. Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya, Sukarno dipertahankan sebagai presiden tituler diktatur militer itu sampai Maret 1967.

Kepemimpinan PKI terus mengimbau massa agar menuruti kewenangan rejim Sukarno-Suharto. Aidit, yang telah melarikan diri, ditangkap dan dibunuh oleh TNI pada tanggal 24 November, tetapi pekerjaannya diteruskan oleh Sekretaris Kedua PKI Nyoto.

Peringatan

Sesudah kejadian tersebut, 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September. Hari berikutnya, 1 Oktober, ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Pada masa pemerintahan Soeharto, biasanya sebuah film mengenai kejadian tersebut juga ditayangkan di seluruh stasiun televisi di Indonesia setiap tahun pada tanggal 30 September. Selain itu pada masa Soeharto biasanya dilakukan upacara bendera di Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya dan dilanjutkan dengan tabur bunga di makam para pahlawan revolusi di TMP Kalibata. Namun sejak era Reformasi bergulir, film itu sudah tidak ditayangkan lagi dan hanya tradisi tabur bunga yang dilanjutkan.

Pada 29 September - 4 Oktober 2006, diadakan rangkaian acara peringatan untuk mengenang peristiwa pembunuhan terhadap ratusan ribu hingga jutaan jiwa di berbagai pelosok Indonesia. Acara yang bertajuk "Pekan Seni Budaya dalam rangka memperingati 40 tahun tragedi kemanusiaan 1965" ini berlangsung di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Depok. Selain civitas academica Universitas Indonesia, acara itu juga dihadiri para korban tragedi kemanusiaan 1965, antara lain Setiadi, Murad Aidit, Haryo Sasongko, Sasmaja, dan Putmainah.

Kontroversi

Peristiwa ini sampai sekarang masih diliputi banyak misteri. Banyak pertanyaan yang tertinggal, misalnya dugaan bahwa pemberontakan ini mungkin sengaja diciptakan Soeharto untuk merebut kekuasaan dari Soekarno. Juga, ada teori bahwa Soekarno yang melancarkan pembunuhan karena ingin agar kekuasaannya dapat terus berlangsung dan tidak diancam oleh para jenderal angkatan darat.Tetapi,ada juga teori yang mengatakan bahwa CIA berusaha menggulingkan PKI dan Sukarno karena dianggap memihak komunis.CIA di bantu oleh Soeharto yang memiliki sejumlah "dendam" pada pemerintahan Sukarno membuat G-30-S,menuding PKI sebagai dalang,dan menumpasnya.

Semua asumsi tersebut kemungkinan muncul karena dihembuskan oleh orang-orang eks PKI, hal ini dimungkinkan karena PKI dikenal memiliki kemampuan untuk memutarbalikan fakta.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_30_September


dulu aku begitu percaya pada sebuah film yang menceritakan tentang pergerakan tersebut,,namun setelah melihat tayangan di tvone yang mengulas tentang pergerakan tersebut aku merasa dibodohi oleh sejarah,,hasil visum yang dilakukan pada korban tidak sesuai dengan penganiayaan yang ditunjukkan pada film tersebut,,dan setelah sekian lama peristiwa tersebut, hasil visum,,dari para pahlawan revolusioner yang tewas akibat peristiwa tersebut, yang asli baru ditemukan pada tahun 2007,,,fakta yang sangat mencengangkan bukan....?

masih gamblang kita sebagai manusia Indonesia untuk mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada masa itu....terlalu banyak distorsi sejarah yang diceritakan agar nampak sebagai mana baiknya jalan cerita sebuah sejarah....
bukan diceritakan berdasarkan fakta....
masihkah negara ini dihiasi banyak kebohongan untuk mengelabuhi generasi mendatang....?

mari kita renungkan
mari kita kuak kebenaran
agar sejarah terlihat sebagai fakta,,bukan karangan fiksi semata...

Saturday, September 27, 2008

mengajukan masalah dan mengajukan solusi

mengingat beberapa masalah yang terjadi di kampus beberapa minggu lalu..
kuliah dijadikan satu satu angkatan,,isinya 200 orang pula...
penuh..? pastilah...
bayangkan saja,,kuliah terdahulu biasanya dibagi menjadi dua kelas dan sekarang dijadikan satu...
ac dan kipas angin mati pula...
para dosen pun sudah sering mengeuh kepanasan di dalam kelas...
hmmmm sungguh hal yang sangat tidak nyaman untuk kondisi perkuliahan....

teman teman satu angkatan bersepakat untuk membuat petisi yang berisi tentang protes keadaan yang sangat tidak nyaman itu.....tidak hanya petisi yang diajukan ke pihak dekanat,,,namun juga beberapa solusi dari permasalahan yang ada....

hal ini jadi membuatku berpikir,,,seandainya para mahasiswa ataupun para demonstran yang melakukan demonstrasi tak hanya mengajukan protes (masalah untuk pemerintah),,namun juga mengajukan solusi atas protes yang dimunculkan,,alangkah lebih baik dan lebih adil....
kita memunculkan masalah sekaligus solusinya,,tidak hanya menuntut semata,,setidaknya solusi yang diajukan adalah bentuk sumbangsih pemikiran para pendemo,,,tidak hanya protes saja.....

Sunday, June 1, 2008

mode on : prihatin dengan sikap mahasiswa sekarang

okbeuhhhhhhhhhhhhhh

demo aksi tolak kenaikan BBM.....
hei mahasiswa.....!!!!!!!!!!
(lagi liat buser siang di rumah)

banyak demo yang disertai bentrok dengan aparat
beberapa tindakan anarki yang sangat tidak TERPELAJAR
pemblokiran jalan yang menggangu ketertiban umum

hei,,,!!!!!!!!!!!!
masih adakan cara yang lebih terpelajar ?????
MAHASISWA !!!! dimana otak kalian......
bisakah kalian menyalurkan aspirasi tanpa harus merugikan pihak lain

disini kita sama sama sudah susah jangan bikin tambah susah

dengan merugikan orang lain

dimana mata kalian,,,dimana telinga kalian,,,dimana hati kalian
dimana OTAK kalian,,,
apa kalian g mikir,,,berjuta orang menggunakan fasilitas umum untuk hal yang sangat penting
apa kalian g mikir,,,kalo anarki g menyelesaikan masalah
apa kalian g mikir,,,kalo ada cara yang lebih TERHORMAT untuk menyalurkan aspirasi rakyat

MIKIR DONK
kalian MAHASISWA
PUNYA otak

benarkah kalian mahasiswa bela rakyat?
atau hanya sekedar menunjukkan eksistensi kekuatan dari pergerakan mahasiswa semata..??

kalau mau membela gunakan cara yang benar benar cara mahasiswa,,pakai OTAKMU,,jangan hanya EMOSIMU

INIKAH CARANYA MEMBELA KEPENTINGAN RAKYAT NAMUN MENGORBANKAN KEPENTINGAN UMUM?


(mode on : prihatin terhadap mahasiswa sekarang)

small talk

malam ini,,,di kamar yang cuman berukuran 3x3 ini,,,(but I really love it)
ditemenin jojo,,dengan tema bahasannya,,about pengemis...

teringat percakapan di mobil tadi...
of course dengan kedua orang tuaku yg tercinta plus adeku...

when i look through out my window,,,
banyak banget pengemis di perempatan jalan di solo ini rupanya,,,
n my father always open the window and give them some rupiahs,,,di setiap perempatan yg kami lewati,,,

ada pemikiran melintas di otakku...
ketika yg mendatangi jendela mobil ayahku seorang anak kecil,,,
hmmmm....apakah mereka tak mau pergi ke sekolah..?
kutanyakan pada ayahku...
ayahku menjawab,,,"gimana mereka mo sekolah,,makan saja mereka sekolah,,,"
dan ibuku menambahkan..."ibu pernah mensurvei mereka,,ada sebagian yang mau sekolah namun ada juga yang sudah tak mau menikmati bangku karena menurut
pemikiran mereka nantinya juga akan cari uang juga"

ya Allah,,mereka masih kecil,,dan harus mencari uang untuk kehidupan mereka...
sungguh beruntungnya hidupku...
alhamdulillah sekali apapun yg kumau,,alhamdulillah aku masih bisa meraihnya...

kemudian aku menanyakan lagi pada ayahku...
"bukankah diantara mereka ada yg dipekerjakan secara terorganisir,,dan sebagian hasil mengemis mereka disetorkan pada si mafia itu
(aku menyebutnya mafia sebagai seseorang yg mengetuai organisasi tentang hal - hal pengemisan itu...)

and thean,,,my father says...
suatu ketika ada sahabat nabi yang bersedekah kepada 3 orang,,,orang pertama yang ia sedekahi adalah seorang pencuri...
"ya nabi...aku telah salah menyedekahkan hartaku pada orang itu, ternyata orang itu adalah pencuri"
nabi menjawab "bersedekahlah lagi..."
kemudian si sahabat tadi bersedekah lagi...namun sepertinya dia salah sasaran lagi,,,kali ini dia menyedekahi seorang pelacur,,,
dan kembali lagi mengadu pada sang nabi, dan sang nabi menyuruhnya untuk bersedekah lagi,,,
"ya nabi,,sekarang aku menyedekahi orang kaya...tidakkah itu sangat tidak tepat sasaran lagi...."
"lihatlah hikmah dari ketiganya,,sahabat...orang pertama yang kau sedekahi telah insaf,,,dia tak lagi mencuri....orang kedua sudah tak lagi melacur...
dan orang yang ketiga,,,merasa malu dirinya karena ia tak pernah bersedekah,,,sekarang ia bersedekah..."

ayahku berkata,,,apapun or siapapun orang yang mau kita sedekahi..itu g begitu penting..yang penting adalah NIAT kita untuk bersedekah untuk membantu mereka
tak perlu dipikirkan untuk apa uang itu, untuk siapa uang itu, bagaimana keadaan orang itu...

selalu ada HIKMAH dari setiap KEBAIKAN yg kita lakukan

so,,kalo punya NIAT baek,,just DO IT
u don't have to think much about it

ANTRI..!!!!!!!!!!!!!!

pagi itu,,,mo balik ke solo,,
hmmm with my shogi of course,,,

damn it,,,tangki bensin kosong,,,huh,,,
jam di hape menunjukkan angka,,06.00 tepat,,
padahal jam 09.00 ada kuliah jiwa yg g mungkin aku bolos
cos absensi sangat penting untuk menetukan kelulusan,,(huh,,penting emangnya..!!!)

yah,,,harus merelakan waktu beberapa menit perjalananku untuk sekedar membeli bensin,,,

damn it,,(again)...!!!
huh,,harus antri niy,,,
banyaknyo,,,
sekali lagi harus kurelakan waktu beberapa menit perjalananku untuk sekedar menunggu terisinya tangki bensin my shogi...

hmmmm,,,
damn it,,(again and again)
ada sepasang manusia,,,(yang aku rasa mereka g pernah ngecap bangku sekolah or kuliah or whateverlah itu..)
menyerobot antrianku,,,
suck,,,,!!!
secara aku g pernah nyerobot antrian eh tiba2 ada yg nyerobot,,,huh,,,lumayan bete siy,,but still under control...

one thing accross my mind...
si cowok dengan bangganya tersenyum (seakan akan memenangkan sebuah pertandingan bola) pada si cewek menyatakan bahwa dy
berhasil menyerobot antrianku,,

heyyyy,,,biasa aja kali g usah senyum gitu,,,mau ditonjok yach,,(masih dalam keadaan under control)...

dasar!!! manusia yang g pernah skolah ya mas,,,or g pernah kuliah ya,,,nyrobot antrian aj bangga,,,
g pernah diajarin disiplin ya,,,????
be dicipline please,,,!!!!

heran aku,,,
di sinilah,,kelemahan bangsa kita,,,

memang ini cuma ANTRIAN,,,but,,,kalo kita g belajar disiplin dari hal hal kecil,,,?apa kata dunia...(inget nagabonar,,,)?

orang - orang maen srobot seenaknya,,,
maen srobot hak orang laen,,,heyyyy,,,!!!

membanggakan sesuatu yang salah...yang tidak pada tempatnya,,,
masih seperti inikah bangsa kita...

kurang berDISIPLIN....

So LETS MAKE A CHANGE...!!!!

hepi tiga kali

hepi hepi hepi

tiga kata itu yang sedang menggambarkan keadaan jiwaku, meskipun sempat ada penyesalan yang terbesit di hati ini
akhirnya,,,semua sumber beban, penat, stres,depresi or whateverlah itu yang sempat bikin aku kayak mayat hidup
(saking stresnya),,berkurang juga,,,^_^

waktu yang seharusnya kemaren bisa dimanfaatin dengan bijaksana,,terbuang sudah,,,
hanya karena sistem kendali mentalku yang lagi error or entah kenapa...
setelah dipikir pikir,,ini hanya stresor biasa,,,bukan luar biasa,,,
mungkin,,,kurang persiapan,,itu kata yang tepat
serba blank..g ngerti apa - apa n sedikit banyak malas untuk belajar...
terlalu lama untuk mengangankan apa yang ditulis,,namun tidak segera menulis,,,^_^

banyak,,,waktu yang terbuang,,
namun tak apa,,,
ini namanya belajar BERPROSES,,,
walau sistem di gyrus otak ini tak mau kerja cepat,,
biarlah,,,
asal lambat yang penting semangat,,,,^_^

akhirnya,,stresor yang datang pun mulai berkurang ketika ku mulai bekerja,,,
semua euphoria yang sengaja kucipta,,ternyata hanya sia sia belaka..
mungkin hanya sebagai terapi simptomatis saja,,,bukan kausatif,,,^_^

entah,,masih merasa bodoh juga
karena sistem otak ini terkenal dengan lemotnya
namun tetap semangat untuk berusaha

meskipun hampir merasa tak punya upaya,,,

hanya doa dan tawakal pada Nya serta punya keyakinan untuk bisa.....

"Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari semua usaha yang sepertinya sia - sia, Allah tahu betapa kerasnya kamu berusaha.
Ketika kau menangis dan hatimu pedih, Allah sudah menghitung air matamu.
Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau ingin bersyukur, Allah telah memberkatimu.
Allah Maha Mengetahui, semua telah diatur olehNya,,maka bersyukurlah"
(sms dari seorang sahabat yang datang tepat ketika aku mulai semangat)

Monday, February 4, 2008

sepenggal dari dia yang maya

terjadi lagi,,,,ketika aku harus menghadapi kekecewaan
ya,,,,meski bukan hal yang nyata
tapi tetap

ketika semua dibawa terlalu dalam
ketika kita tak bisa mengendalikan sebuah permainan

ya,,,aku telah hilang
dalam semunya dunia fana

aku telah hilang....
ku mencoba lupa,,,

tapi kumerindunya,,,

dia yang maya,,,

yang entah,,,mungkin tak jadi nyata,,,

Sunday, February 3, 2008

permintaan hati,,,,Letto

Terbuai aku hilang terjatuh aku dalam
Keindahan penantian
Terucap keraguan hati yang bimbang
Yang terhalang kepastian cinta

Aku hilang
Aku hilang

Tersabut kabut malam terbiasnya harapan
Yang tersimpan sejuta bertuan
Terasa kerinduan hati yang bimbang
Yang terhempas kepastian cinta
Dengarkanlah permintaan hati yang teraniaya sunyi
Dan berikanlah arti pada hidupku
Yang terhempas yang terlepas
Pelukanmu bersamamu dan tanpamu aku hilang selalu

Aku hilang
Aku hilang
Tersabut kabut malam terbiasnya harapan
Yang tersimpan sejuta bertuan
Terasa kerinduan hati yang bimbang
Yang terhempas kepastian cinta
Dengarkanlah permintaan hati yang teraniaya sunyi
Dan berikanlah arti pada hidupku
Yang terhempas yang terlepas
Pelukanmu bersamamu dan tanpamu aku hilang selalu
Bersamamu dan tanpamu aku hilang selalu
Dengarkanlah permintaan hati yang teraniaya sunyi
Dan berikanlah arti pada hidupku
Yang terhempas yang terlepas
Pelukanmu bersamamu dan tanpamu aku hilang selalu
Bersamamu dan tanpamu aku hilang selalu

Friday, February 1, 2008

kalah

seharusnya,,,,,,
aku tahu
ini hanya permainan

tapi........
aku membawanya terlalu dalam
terlalu memakai hati
hingga kujatuh lagi
ya,,,
baru saja kumencoba tuk berdiri
sekarang kuharus jatuh kembali

seperti inikah,,,

kecewa

hatiku terluka..........
ya,,,,kembali jatuh
dari luka yang belum sembuh.........
kenapa harus terjadi lagi
setengah mati
kutahan sakit ini...........
haruskah selalu seperti ini..????
dalam kefanaan
kumencoba mencinta,,,

dan akhirnya...

selalu sama
ya selalu sama

aku kecewa...

penantian yang melelahkan

dalam kebingungan di persimpangan....

aku kelelahan.....buta akan arah tujuan

gerakku melambat
karena semua jadi beda...
ya aku kelelahan memikirkan dirinya....

yang tak kunjung juga
tiba,,,

sebuah pelarian yang membingungkan

entah mau mulai darimanayang aku lakukan saat ini hanya terus berlari dari kesedihan yang begitu dalamdan masih berlari
ketika dalam satu sisi duniaku penuh dengan konflikkucoba mencari sisi yang lain
sisi yang mayamencari kesenangan yang fanayang mencoba menghabiskan waktu dengan sia siaagar aku selalu tertawa
namunsemua sama saja pada akhirnya
aku terjatuh pula
dalam kenyataan yang lebih menyakitkanaku berhasil hancurkan apa yang seharusnya berbuah senyuman
ya,,,,aku terjatuhlebih terpuruk
menangisi...sisa sisa asa dari senyumanlebih menyesakkan bukan....?????
(19.07 25januari2008 ketika aku menghadapi sebuah kesempatan lagi demi lulus mikrobiologi)